Tentu saja kita setuju jika dikatakan bahwa kita bisa mendapatkan banyak hal melalui film. Mulai dari hiburan, pembelajaran, pengalaman, dan keseruan-keseruan lainnya. Selain sebagai hiburan, menonton film juga bisa mendatang manfaat lain bagi diri kita. Salah satu manfaat sederhananya adalah mengetahui sejarah akan suatu hal.

Neuro-Designs • Blog • Helvetica: A Documentary Film by Gary Hustwit

Misalnya saja film yang berjudul Helvetica, yang merupakan sebuah film dokumenter independen yang membahas tentang tipografi dan desain grafis. Bagi kalian para desainer, tentu saja tidak asing dengan kata Helvetica. Ya, Helvetica merupakan salah satu font yang sering menjadi pilihan di setiap desain-desain yang ada.

Film yang disutradarai oleh Gary Hustwit ini, secara khusus ditayangkan pada tahun 2007, yang merupakan ulang tahun dari font Helvetica itu sendiri yang ke-50. Berdurasi 1 jam 20 menit, film ini menceritakan tentang sejarah Helvetica, yang diselingi dengan wawancara dengan para desainer grafis dan desainer huruf ternama. Walaupun hanya membahas tentang satu jenis font, film ini dikemas secara apik sehingga mampu mengusir kebosanan penonton. Demikian pula dengan ilustrasi musik yang sangat dinamis dan dipadukan dengan pemandangan huruf-huruf Helvetica, sehingga sangat cocok ditonton oleh kalian para graphic designer. Film ini juga bercerita bagaimana Helvetica telah menjadi bagian dari budaya populer yang tak akan pernah mati.  

Dari film ini, kita dapat mengetahui bahwa Helvetica merupakan font yang terlebih dulu ada, dibandingkan dengan font jenis Arial. Jika Arial diciptakan pada tahun 1982, maka Helvetica sudah lebih dulu ada 30 tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 1952, yang dicipatakan oleh Max Miedinger dan Eduard Hoffmann di Munchenstein, Swiss. Maka wajar jika font Helvetica ini dipakai dan digunakan oleh merk-merk terkenal dunia, seperti, BMW, Lufthansa, 3M, Jeep, American Apparel, dan masih banyak lainnya.

 

Dan ternyata, jenis huruf ini Helvetica menempati peringkat pertama dalam daftar "Best Fonts of All Time". Dan alasan mengapa huruf Helvetica ini tidak lekang oleh waktu, karena font ini mengusun satu tema yang jelas dan kuat, yaitu bahwa sebuah font yang baik harus jelas, terbaca, dan mudah dipahami.