Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia teknologi semakin hari semakin canggih. Perkembangan dunia teknologi di era digital ini, bertumbuh dengan sangat cepat, yang tentunya dapat membantu segala macam aspek keseharian kita. Mulai dari dunia pendidikan, pekerjaan, hingga dunia sosial kita, sangat terbantu dengan kemajuan teknologi. Sebut saja smartphone, penyimpanan komputasi awan alias ‘cloud storing’, Scan Barcode, mesin EDC, dan masih banyak yang lainya.

Namun ternyata, tidak selamanya kecanggihan dunia teknologi digital, dimanfaatkan secara positif. Karena ternyata ada kecanggihan teknologi digital yang jika digunakan tidak secara bijak, dapat menghadirkan bahaya dikehidupan kita. Salah satunya adalah Deep Fake. Apakah yang sebenarnya dimaksud dengan Deep Fake?

Menurut beberapa ahli, Deepfake adalah video rekayasa atau materi digital yang dibuat oleh kecerdasan buatan yang canggih hingga menghasilkan gambar dan suara yang terlihat dan terdengar asli. Pertama kali dicetuskan pada tahun 2017, Deepfake merupakan teknik rekayasa atau sintetis citra manusia yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Dengan teknologi deepfake, mampu menggabungkan gambar atau video, antara yang asli dengan gambar atau video yang ingin dimanipulasi. Banyak orang yang akhirnya salah menggunakan teknologi ini untuk tindak kejahatan seperti membuat video porno selebriti atau tokoh publik, revenge porn, berita palsu atau digunakan untuk tipuan jahat.

News | NYU Tandon School of Engineering

Bahkan Barack Obama, yang merupakan mantan Presiden Amerika Serikat, sempat menjadi korban deepfake. Jadi pada tanggal 17 April 2018, seorang komedian bernama Jordan Peele, berpura-pura menjadi Barack Obama dan kemudian melontarkan perkataan kasar yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump.

Wajah Obama diambil dari kumpulan foto, sementara untuk suaranya, diambil dari potongan pernyataan mengenai film Black Panther. Tidak hanya itu, Aktris terkenal seperti Emma Watson dan Gal Gadot pun pernah menjadi korban dari deepfake ini, saat wajah mereka dijadikan konten video porno.

Salah satu tips yang dapat kita lakukan agar terhindar dari korban hoaks teknologi Deepfake ini adalah, jangan mudah percaya dengan berita yang kita dapatkan dari internet. Saat kita melihat orang terkenal atau publik membuat klaim liar atau penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, meskipun videonya terlihat meyakinkan, sebaiknya Anda memeriksa kembali dengan sumber terpercaya lainnya. Tetaplah bijak dan gunakan akal sehat dalam berinternet.